Kemarin gw pulang naik kereta ama temen gw, Mayong. Pas gw mo kasihin karcisnya ama petugas, salah seorang petugas menggoda gw gitu dengan mengatakan, ”Neng, mo kemana ? Kok pulang sih ? Udah disini aja sama Abang”, trus dia ketawa deh….
Gw tau, apa yang dia lakukan itu adalah salah satu bagian dari pelecehan dan jujur gw enek bgt dengernya. Tapi saat itu gw diem aja menandakan bahwa gw ga peduli dengan apa yang apa yang dia katakan itu dan ga penting juga pertanyaan tadi untuk dijawab. Cuma temen gw bilang, “ngapain sih Put, loe diem aja ? Itu udah satu bentuk pelecehan terhadap cewe. Loe harusnya jangan diem aja tapi harus marah ama dia.”
Gw bilang itu satu hal yang ga perlu ditanggepin dengan sebegitu reaksioner. Bukan berarti gw ini penakut dan ga mo ngadepin konflik, tapi kita juga harus tau siapa yang kita lawan. Untuk orang-orang kayak tadi, gw yakin bgt kalau dia ga pernah tu belajar gender. Jangankan belajar, tau apa itu gender aja gw ga yakin dia bisa jawab.
Kebanyakan orang (gw ga mo sebut dia cowo ato cewe), memang akan bereaksi ketika ada aksi. At least, ketika ada sesuatu atau seseorang yang menarik perhatiannya, bisa karena apa yang dia pakai, apa yang dia lakukan dan lain-lain….Dan itu wajar menurut gw, sama ketika gw secara refleks menghindar ketika ada yang mencoba memukul gw (misalnya!!).
Hanya saja, kadang reaksi yang diberikan oleh seseorang itu berbeda-beda…..dan mungkin reaksi yang diberikan oleh petugas tadi ga bagus menurut gw. Cuma kan gw berfikir, orang-orang kayak tadi itu, ketika kita bereaksi atas ucapan dia, dengan misalnya marah atau ngedumel, itu ga menyelesaikan masalah. Itu ga akan membuat dia berhenti untuk melakukan hal itu, justru itu akan membuat dia semakin ketagihan dan kesenengan karena apa yang dia lakukan menimbulkan reaksi bagi orang lain. Dan tindakan diam gw tadi itu, justru sebenernya sebagai reaksi penolakan gw atas tindakan petugas tersebut dan bentuk pelajaran dari gw untuk orang-orang brengsek kayak dia. Buktinya, setelah dia tau godaan dia ga dapet respon dari gw, dia langsung diem seribu bahasa. Apalagi setelah gw pasang tampang judes gw. Coba kalau gw langsung bereaksi dengan marah-marah ama petugas itu, orang itu justru ga bakal sadar kalau apa yang dia lakukan tadi itu sebagai suatu bentuk pelecehan, palingan dia akan bilang “Ah neng, jadi perempuan kok galak banget, terlalu sensitif. Saya kan cuma mo ngajak ngobrol aja.” See ?
Gw yakin, itu bukan satu-satunya kejadian pelecehan yang sering dialami cewe-cewe khususnya (ini kenyataan), selain pengalaman gw tadi. Bahkan mungkin ada yang lebih parah dari itu. Gw sepakat ketika orang-orang kayak tadi itu harus udah mulai dikasitau dan belajar tentang gender, supaya dia ga kurang ajar ama orang lain. Supaya dia juga tau kalau tindakannya itu bukan suatu tindakan yang bisa dibenarkan. Tapi balik lagi, kita pun sebagai cewe terutama yang udah belajar gender, tentunya harus menyikapi hal tersebut dengan cara yang berbeda. Ga mungkin kita langsung bereaksi keras ama mereka-mereka yang belum pernah belajar gender, karena ga bakalan nyampe pesannya. Tapi sayangnya, banyak juga orang-orang yang sebenernya udah paham bgt masalah gender, tapi tetep aja dalam kesehariannya selalu merendahkan dan melecehkan perempuan. Orang-orang seperti itu yang harus diberi reaksi keras.
Kembali ke kejadian tadi, gw berfikir, memang udah saatnya cewe-cewe itu mawas diri karena pelecehan, baik secara fisik maupun seksual itu bisa terjadi kapan saja, dimana saja dan oleh siapa saja. Terlepas pelakunya itu adalah orang yang berpendidikan atau preman. Kita harus tahu bahwa perempuan itu kedudukannya masih sulit untuk setara dengan laki-laki. Sekalipun udah ada Departemen Pemberdayaan Perempuan, Konvensi CEDAW, UU KDRT dan sebagainya. Karena problemnya itu ada di perspektif orang-orang yang masih ga mau, ga sadar dan mungkin ga rela perempuan itu sama dengan laki-laki. (Bukan hanya laki-laki, tapi masih ada juga perempuan sendiri yang ga mau disetarakan dengan laki-laki).
Tapi tetep aja ga berarti kalau itu jadi suatu suatu alasan pembenar pula bagi siapapun untuk melakukan tindakan apapun terhadap perempuan, terutama yang bersifat melecehkan. Dan sudah saatnya pula, semua orang itu harus belajar gender juga, supaya ga kurang ajar ama orang lain. Minimal dia bisa menghargai keberadaan orang lain, khususnya yang berjenis kelamin….PEREMPUAN.