Lupa bersyukur….

August 5th, 2008 by putrisyalala

Aku merasa bodoh…
Tak menyadari semua yg Tuhan berikan untukku…Tuhan sangat baik sama aku…Tuhan kasih semua yg indah untukku….Tuhan kasih semua yg aku inginkan…
Dan itu tidak sedikit, tp lebih malahan….
Tapi aku tak bersyukur kepada-Nya…Aku menyia-nyiakan semua yg Tuhan berikan padaku…Aku tak berusaha untuk menjaga dan mempertahankan yg Tuhan berikan untukku…Aku bahkan tak menganggap apa yang aku dapat itu sbg satu hal yg berarti…
Aku tau aku salah….Kini aku hampir kehilangan apa yang Tuhan berikan…Aku tersadar saat itu…Aku hanya bisa maratapi dan berharap hal itu tak akan terjadi….Aku tersadar bahwa aku selama ini tak pernah bersyukur terhadap-Nya…Aku lupa pada-Nya…
Skrg, sebelum semuanya terlambat…Aku ingin berubah!! Bukan hanya di mulut saja, tapi aku ingin berubah untuk sesuatu yg patut aku syukuri….

Aku bukan Aku

June 12th, 2008 by putrisyalala

Pagi ini aku terbangun….
Dan entah mengapa saat aku membuka mata, aku merasa ada yg lain dalam diriku…Aku merasa ada yg berubah di diriku, entah apa itu…Aku merasa lelah dgn rutinitas kehidupan yg kujalani…Merasa muak dgn apa yg kulakukan…Merasa apa yg telah kulakukan selama ini adalah salah…Ketika aku melangkahkan kaki dari rumah, aku bingung apa yg akan kulakukan? Mau kemana aku pergi? Bersamaan dgn itu pula, jantungku berdebar kencang….seolah ada sesuatu yg akan terjadi…dan aku merasa takut…Benar2 tak pernah merasa setakut ini…pikiran buruk bergelantungan di benakku….Lagi2 aku merasa menjadi orang lain…Hatiku saat itu berkata, Ada apa dengan diriku ??

My Partner

June 4th, 2008 by putrisyalala

Hidup adalah misteri….
Kita tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi di hari esok dan mengapa semua itu harus terjadi…
Sama seperti "kita"….mengenalmu 2 tahun tanpa pernah menduga akhirnya akan seperti ini…
Entah kita terlalu lama untuk menyadari atau memang harus menunggu lama untuk tahu arti dari 2 tahun mengenal….
Tapi apapun itu, aku bersyukur atas perjalanan hidup ini…
Perjalanan yang akhirnya meyakinkanku bahwa aku ingin bersamamu…

Lelah

May 29th, 2008 by putrisyalala

Lelah nian
Aku ingin liburan
Aku rindu kebebasan

Semua berjalan stagnan
Tak ada perubahan
Apalagi mengesankan

Kapan saat itu tiba, kurindukan
Seribu harapan ada dalam bayangan
Kuharap semua akan menyenangkan
Karena itu yang kuinginkan

Arti Kehidupan

May 25th, 2008 by putrisyalala

Hidup memang unpredictable….Kadang kita ga pernah tau apa yang akan terjadi dan mengapa harus terjadi…Mengapa kita harus mengalami sesuatu atau harus kehilangan sesuatu…Tapi kita hidup memang untuk mencari tahu, belajar dari apa yang kita dapat dan meneruskannya…
Hanya saja yang menjadi sebuah pertanyaan adalah apa maksud dari kehidupan itu?
Sebuah perjalanan kehidupan sedang dijalani tanpa tahu apa maksudnya….Kadang hal ini memusingkan namun kadang tidak harus pula dipusingkan….Mungkin kita memang harus menjalani kehidupan itu sendiri untuk mengetahuinya….

Tayangan Sinetron Masa Kini

April 3rd, 2008 by putrisyalala

        Entah ada berapa banyak sinetron yang tayang setiap harinya di TV. Mulai dari percintaan remaja, religius hingga yang menguras air mata semua ada. Episode demi episode terus berganti, bahkan semakin lama semakin mengada-ada demi rating yang terus naik. Jujur, kalau gw lagi dirumah dan ga ada kerjaan, gw suka nonton TV terutama sinetron (saking sedikitnya program TV yang menyajikan tayangan di luar sinetron). Beberapa tayangan sinetron itu cukup menarik, apalagi didukung dengan pemain-pemain dengan fisik yang tidak mengecewakan. Hanya saja lama kelamaan cerita yang disajikan semakin tidak masuk akal bahkan terkesan dipaksakan. Dan yang lebih gawatnya, sinetron-sinetron yang ada bukannya memberi pesan moral yang baik pada penontonnya namun malah menyajikan hal-hal yang sebenarnya tidak baik untuk dilihat oleh anak-anak. Kekerasan di sekolah, mencelakakan orang demi tujuan tertentu, saling mengancam satu sama lain, uang bisa membeli segalanya, dan masih banyak lagi. Sedih ga sih, lihat cerita-cerita seperti itu.

        Kadang gw sering merasa kangen dengan masa-masa kecil gw dulu, dimana tayangan TV belum banyak dihiasi oleh acara-acara yang kurang mendidik. Kangen dengan serial Keluarga Cemara yang penuh dengan pesan moral, lenong bocah, si unyil dan masing banyak lagi. Sayang, tayangan sebagus itu justru hampir jarang gw temukan di TV saat ini.
Terus terang, tulisan ini bukan semata-mata untuk mematikan atau menolak adanya sinetron-sinetron di TV. Gw tau biaya pembuatan sinetron ga murah, gw juga menghargai kerja keras kru maupun pemain yang berusaha mati-matian tampil terbaik dalam perannya. Gw juga bukan orang yang expert di bidang production sinetron. Hanya saja sebagai salah seorang penonton tayangan TV, cukup beralasan ketika gw merasa kecewa dengan jalan cerita yang ada.
        Sinetron yang bagus itu bukan hanya sinetron yang bisa mendapat rating tertinggi, tetapi juga sinetron yang punya pesan moral bagi para penontonnya. Minimal, setelah menonton tayangan tersebut, ada pesan baik yang terpatri dalam ingatan kita. Gw yakin, masih banyak cara untuk mendapatkan rating tinggi tanpa harus “menjual” wajah rupawan si pemain, tanpa harus memaksakan jalan cerita hingga menjadi tidak masuk akal, tanpa harus membuat penontonnya mengikuti hal-hal negatif dalam tayangan tersebut.

Perempuan dan persamaan gender

January 4th, 2008 by putrisyalala

Kemarin gw pulang naik kereta ama temen gw, Mayong. Pas gw mo kasihin karcisnya ama petugas, salah seorang petugas menggoda gw gitu dengan mengatakan, ”Neng, mo kemana ? Kok pulang sih ? Udah disini aja sama Abang”, trus dia ketawa deh….
Gw tau, apa yang dia lakukan itu adalah salah satu bagian dari pelecehan dan jujur gw enek bgt dengernya. Tapi saat itu gw diem aja menandakan bahwa gw ga peduli dengan apa yang apa yang dia katakan itu dan ga penting juga pertanyaan tadi untuk dijawab. Cuma temen gw bilang, “ngapain sih Put, loe diem aja ? Itu udah satu bentuk pelecehan terhadap cewe. Loe harusnya jangan diem aja tapi harus marah ama dia.”
Gw bilang itu satu hal yang ga perlu ditanggepin dengan sebegitu reaksioner. Bukan berarti gw ini penakut dan ga mo ngadepin konflik, tapi kita juga harus tau siapa yang kita lawan. Untuk orang-orang kayak tadi, gw yakin bgt kalau dia ga pernah tu belajar gender. Jangankan belajar, tau apa itu gender aja gw ga yakin dia bisa jawab.
Kebanyakan orang (gw ga mo sebut dia cowo ato cewe), memang akan bereaksi ketika ada aksi. At least, ketika ada sesuatu atau seseorang yang menarik perhatiannya, bisa karena apa yang dia pakai, apa yang dia lakukan dan lain-lain….Dan itu wajar menurut gw, sama ketika gw secara refleks menghindar ketika ada yang mencoba memukul gw (misalnya!!).
Hanya saja, kadang reaksi yang diberikan oleh seseorang itu berbeda-beda…..dan mungkin reaksi yang diberikan oleh petugas tadi ga bagus menurut gw. Cuma kan gw berfikir, orang-orang kayak tadi itu, ketika kita bereaksi atas ucapan dia, dengan misalnya marah atau ngedumel, itu ga menyelesaikan masalah. Itu ga akan membuat dia berhenti untuk melakukan hal itu, justru itu akan membuat dia semakin ketagihan dan kesenengan karena apa yang dia lakukan menimbulkan reaksi bagi orang lain. Dan tindakan diam gw tadi itu, justru sebenernya sebagai reaksi penolakan gw atas tindakan petugas tersebut dan bentuk pelajaran dari gw untuk orang-orang brengsek kayak dia. Buktinya, setelah dia tau godaan dia ga dapet respon dari gw, dia langsung diem seribu bahasa. Apalagi setelah gw pasang tampang judes gw. Coba kalau gw langsung bereaksi dengan marah-marah ama petugas itu, orang itu justru ga bakal sadar kalau apa yang dia lakukan tadi itu sebagai suatu bentuk pelecehan, palingan dia akan bilang “Ah neng, jadi perempuan kok galak banget, terlalu sensitif. Saya kan cuma mo ngajak ngobrol aja.” See ?
Gw yakin, itu bukan satu-satunya kejadian pelecehan yang sering dialami cewe-cewe khususnya (ini kenyataan), selain pengalaman gw tadi. Bahkan mungkin ada yang lebih parah dari itu. Gw sepakat ketika orang-orang kayak tadi itu harus udah mulai dikasitau dan belajar tentang gender, supaya dia ga kurang ajar ama orang lain. Supaya dia juga tau kalau tindakannya itu bukan suatu tindakan yang bisa dibenarkan. Tapi balik lagi, kita pun sebagai cewe terutama yang udah belajar gender, tentunya harus menyikapi hal tersebut dengan cara yang berbeda. Ga mungkin kita langsung bereaksi keras ama mereka-mereka yang belum pernah belajar gender, karena ga bakalan nyampe pesannya. Tapi sayangnya, banyak juga orang-orang yang sebenernya udah paham bgt masalah gender, tapi tetep aja dalam kesehariannya selalu merendahkan dan melecehkan perempuan. Orang-orang seperti itu yang harus diberi reaksi keras.
Kembali ke kejadian tadi, gw berfikir, memang udah saatnya cewe-cewe itu mawas diri karena pelecehan, baik secara fisik maupun seksual itu bisa terjadi kapan saja, dimana saja dan oleh siapa saja. Terlepas pelakunya itu adalah orang yang berpendidikan atau preman. Kita harus tahu bahwa perempuan itu kedudukannya masih sulit untuk setara dengan laki-laki. Sekalipun udah ada Departemen Pemberdayaan Perempuan, Konvensi CEDAW, UU KDRT dan sebagainya. Karena problemnya itu ada di perspektif orang-orang yang masih ga mau, ga sadar dan mungkin ga rela perempuan itu sama dengan laki-laki. (Bukan hanya laki-laki, tapi masih ada juga perempuan sendiri yang ga mau disetarakan dengan laki-laki).
Tapi tetep aja ga berarti kalau itu jadi suatu suatu alasan pembenar pula bagi siapapun untuk melakukan tindakan apapun terhadap perempuan, terutama yang bersifat melecehkan. Dan sudah saatnya pula, semua orang itu harus belajar gender juga, supaya ga kurang ajar ama orang lain. Minimal dia bisa menghargai keberadaan orang lain, khususnya yang berjenis kelamin….PEREMPUAN.

Kekerasan atas Nama Agama

January 4th, 2008 by putrisyalala

Beberapa tahun ke belakang ini, banyak aliran-aliran agama yang cukup mengundang perhatian. Apalagi setelah ada fatwa dari MUI yang menyatakan aliran-aliran tersebut sesat. Contohnya Ahmaddiyah, Eden, Al Qiyadah Al Islamiyah, Shalat dua bahasa dan masih banyak lagi.
Masalah agama lagi-lagi cukup “sensitif” untuk dibahas, karena ini menyangkut hubungan pribadi kita dengan Yang Di Atas. Gw sendiri ga mo ambil pusing dengan cukup banyaknya aliran-aliran agama yang ada saat ini, terlepas dari pro dan kontra para pemuka agama dan masyarakat umum dalam menyikapinya.
Tapi yang jadi problem adalah ketika muncul pihak-pihak tertentu yang bereaksi dengan sebegitu berlebihannya terhadap aliran-aliran yang ada ini. Bahkan mereka dengan brutalnya merusak dan menghancurkan tempat ibadah para pengikut aliran tersebut (contohnya, perusakan Masjid Ahmaddiyah dan beberapa rumah para pengikutnya di Kuningan, Jawa Barat).
Timbul pertanyaan di pikiran gw, apakah tindakan yang dilakukan orang-orang tersebut bisa dibenarkan ? Gw pikir, siapapun dia tidak berhak untuk menghakimi orang lain, apalagi dengan menggunakan kekerasan. Masalah agama lagi-lagi adalah masalah yang cukup “sensitif” untuk dibicarakan. Tapi siapa yang berhak mengatakan bahwa agama A itu yang paling benar, agama B, C, D, dst itu sesat ? Masing-masing agama tentunya merasa bahwa agamanya-lah yang paling benar.
Tapi benar atau tidaknya suatu agama, sesat atau tidaknya aliran-aliran tertentu, tetap saja bukan kapasitas kita yang berhak menentukan. Mengapa orang-orang itu tidak berhak untuk melakukan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya ? Padahal dalam konstitusi Indonesia sudah jelas-jelas diatur mengenai kebebasan beragama (Lihat Pasal 29 UUD 1945, buat mereka yang ga pernah tau ada aturan tsb).
Kalau memang acuannya adalah fatwa, itu kan tidak bisa dikatakan sebagai suatu sumber hukum positif juga. Lagipula tidak boleh ada dua peraturan yang mengatur hal yang sama namun bertentangan isinya antara yang satu dengan yang lain. Atau kalau acuannya adalah bahwa Indonesia hanya mengakui 6 agama saja, yakni Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu, siapa yang menentukan bahwa tidak boleh lebih dari 6 agama saja yang diakui di Indonesia ? Apa tolak ukurnya ?
Terus terang, gw bener-bener jengah dengan segala tindakan kekerasan yang banyak terjadi akhir-akhir ini. Semua dilakukan atas dasar agama. Itu semua bulshit. Kalau sudah emosi yang bicara, ga mungkin orang-orang tersebut masih ingat agama. Kalau dia masih ingat agama, pasti mereka masih bisa berfikir secara rasional. Gw yakin, ga ada satu agamapun yang menganjurkan adanya kekerasan. Gw juga yakin setiap agama mengajarkan kebaikan dan kedamaian. Tidak dibenarkan siapapun bisa melakukan kekerasan atas nama agama. Kalau tujuannya untuk membinasakan yang sesat dan menginsyafkan para pengikut aliran-aliran yang (katanya) sesat, siapa yang bisa menjamin bahwa agama dia tuh yang paling bener dan ga sesat ? Yang tahu kan cuma Yang Di Atas.
Kalau mau menginsyafkan orang, mending kita semua pada ngaca dulu deh, apakah yang kita lakuin selama ini udah bener ? Ga lucu banget, sok-sok mensucikan orang sementara dirinya sendiri belum tentu bersih. Itu yang selalu gw inget dan tanamkan dalam hati. Sekalipun gw punya agama, dan agama yang gw anut saat ini agama yang diakui di Indonesia, ga berarti juga gw jadi orang yang jauh lebih baik dibanding orang-orang yang dianggap sesat. Ga berarti juga gw ga menerima adanya agama-agama yang lain. Ini udah jamannya pluralisme Man, udah bukan primitif lagi!
Gw malah belajar banyak dari kawan-kawan di komunitas Eden. Mereka selalu menghindari yang namanya berbohong. Katanya kalau bohong, ga akan berkah untuk mereka dan ga akan selamat. Contoh lainnya, mereka punya larangan untuk memakai atau meminjam barang milik orang lain, salah satunya sandal atau sepatu. Jika ada yang melanggar maka orang tersebut harus dihukum untuk tidak mengenakan alas kaki selama berbulan-bulan.
Sebenernya ini satu hal yang simple aja sih dan gw rasa bukan hanya komunitas Eden yang punya aturan tersebut. Agama gw juga ngajarin untuk tidak suka berbohong tapi jujur gw akui, gw masih suka bohong dalam keadaan tertentu (walopun gw lagi berusaha bgt untuk berubah). Terbukti kan, mo gw rajinnya minta ampun untuk beribadah, tapi gw masih ngerasa banyak salah dan dosa. Bahkan mungkin gw ini ga ada apa-apanya dibanding mereka-mereka yang dianggap sesat.
Belajar dari hal tersebut gw cuma mau bilang kalau ga penting banget ngurusin agama orang lain. Mo dia bener kek, mo dia salah kek, lagi-lagi bukan kapasitas kita untuk menilai seseorang. Apalagi sampai harus seperti pahlawan kesiangan yang atas nama agama melakukan kekerasan pada agama atau kepercayaan orang lain demi kebenaran dan keadilan…..lagi-lagi gw harus bilang kalau semua itu bulshit!!
Mendingan sekarang kita semua pada beli cermin besar, trus ngaca deh. Udah paling bener belum hidup kita ? Kalau ngerasa belom bener-bener banget, ga usah deh sok-sok pahlawan dengan menghakimi orang lain. Benar-benar ga berpendidikan sekali. Pantes aja Negara ini ga maju-maju, kalau masih ada rakyatnya yang berfikir primitif dan fundamental. Saatnya kita harus malu sama diri sendiri!! Kecuali kalau emang udah ga punya malu, kayak koruptor-koruptor yang ada di Indonesia ini…..MEMALUKAN!!!

Kenapa harus bohong ??

August 7th, 2007 by putrisyalala

Beberapa minggu yang lalu, pas gw pulang kantor, ada nenek tua dgn cucunya (mungkin!!) nyamperin gw yg lagi jalan kaki menuju halte saat itu….Dia nanya arah naek Bus yg ke daerah Senen soalnya dia nyasar gitu….Gw bilang klo dia salah jalan dan gw menawarkan diri utk barengan ke arah halte Bus terdekat karena kebetulan gw jg mo naek Bus dari Halte…tapi dia menolak dgn berbagai alasan, trus ujung2nya dia minta uang ama gw…katanya dia abis dari Tangerang dan udah ga punya uang lagi utk bayar ongkos Bus ke Senen…terus terang gw bingung bgt saat itu, apakah gw harus kasih uang ato ga?? Hari gini kan banyak bgt org mencoba malakin duit dgn berbagai cara, mana saat itu duit gw lg tipis bgt, tapiiii….(entah ini kelebihan ato kekurangan gw) gw tu paling ga tegaan liat hal-hal yg kaya gitu mpe akhirnya gw kasih duit Rp……..(ga usah sebut angka deh!!). Insya Allah, gw ikhlas ngasih nenek2 itu walopun gw smpt mikir apakah dia akan bener2 pake uang itu utk naek Bus ke Senen ato ga…

Setelah itu, gw sempet mampir beli makanan dulu ke sebuah toko buat nukerin duit krn gw ga punya duit kecil lg buat naek Bus…Abis itu barulah gw naek Bus ke arah Kamp. Melayu….And You know what?? Di dalam Bus yg arah ke Kamp. Melayu itu gw ketemu ama nenek dan cucunya yg tadi minta duit ama gw…Gw kaget ngeliat dia soalnya tadi dia blg mo ke Senen…..Di lain pihak, nenek itu justru jauuuuuh lebih kaget lg pas ngeliat muka gw…mukanya lsg merah dan dia nunduk terus akhirnya!! mungkin dia ga nyangka bakal ktm gw di dalam Bus yang sama…

Jujur, gw sempet sedih dan kecewa….gw sadar saat itu gw udah ditipu ama nenek itu (entah apa tujuannya)…Saat itu kata-kata yg gw pikirkan cuma satu, "kenapa harus bohong ??"…..Gw bener2 sedih ngeliatnya…Rasanya gw pgn marah saat itu, karena dia udah bohongin gw…Tapi akhirnya gw mikir, ternyata memang hidup itu sulit..apalagi di Jakarta!! Sampe2 orang mo minta duit aja pake bohong segala….pdhl kalopun dia ngmng jujur, gw juga pasti ikhlas bantuin dia….Tapi lagi2 gw berfikir, "kenapa harus bohong ??" caranya…..

Miris ya ngeliatnya, saking sulitnya hidup…ada orang yg akhirnya berbohong utk mendapatkan apa yg diinginkannya…Terus terang gw ga bs sepenuhnya menyalahkan nenek tsb, gw jg bukannya ga ikhlas udah ngasih uang ama nenek itu (skali lg gw bilang….gw bener2 ikhlas) tapi gw malah mikir Negara kayanya bener2 harus meyakinkan diri lagi kalo kesejahteraan rakyat adalah isyu yg paling utama harus dipikirkan…..dibanding isyu2 laen yg lebih diutamakan negara saat ini….PILKADA lah, SBY dituduh poligami-lah (yg beritanya ampe bikin pusing se-Indonesia kayanya), interpelasi DPR-lah, PARPOL baru-lah, ampe Gunawan Santosa yg ketangkep di Plasa Senayan bbrp waktu lalu….

Mungkin pengalaman ini bs mengajarkan gw khususnya, ato mungkin siapapun itu yg baca tulisan gw kalo kita bener2 harus buka mata dan telinga lg deh melihat posisi yg timpang ini….sekalipun udah 1thn ini gw kerja di bidang sosial dan masy. miskin yang buta hukum, tetep aja gw masih suka kaget mengetahui dan melihat hal2 seperti ini…..setidaknya harus ada perubahan ke arah yg lebih baik lagi bagi masyarakat miskin di Indonesia ini…Entahlah, apakah gw, elo, ato Negara-lah yg bertanggung jawab dalam hal ini?? Kita tanyakan saja pada hati nurani masing-masing….

Hidup dari Mimpi

June 7th, 2007 by putrisyalala

Kata
orang….Jangan terlalu banyak bermimpi.

Kata
orang….Banyak bermimpi itu hanya buang-buang waktu.

 

Tapi
buat gw, mimpi adalah sesuatu yang penting dalam hidup. Gw bisa mengkhayal dan
memimpikan banyak hal. Buat gw, mimpi bisa jadi panduan untuk mencapai apa yang
kita inginkan.

Orang
yang suka bermimpi adalah orang yang punya tujuan hidup. Minimal, dia tau apa
yang dia inginkan dan dia cari dalam hidup ini. Sama seperti halnya gw!! Gw
adalah orang suka bermimpi…..gw juga kadang ga pernah puas dengan apa yang gw
dapatkan (kalo ini sih, sifat semua orang…).

Tapi
apa akhirnya ?? karena mimpi itulah, gw bisa mewujudkan apa yang gw inginkan.
Hidup gw emang belum bisa dikatakan sukses, tapi minimal beberapa mimpi tentang
jalan menuju masa depan gw sudah mulai terwujud satu persatu. Karena gw punya
mimpi, maka gw terus bersemangat dalam menjalani hidup. Kalo gw ga punya mimpi,
mungkin gw juga ga tau apa tujuan dari hidup ini.

 

Jadi, gw ga akan
pernah ragu untuk bermimpi

Karena mimpi
dapat mengantarkan nasib kita

Gw juga ga akan pernah
takut untuk bermimpi

Karena masa
depan kita dimulai dari mimpi